2/01/2014

Grand Design SUT Kampar

 
SEKOLAH NEGERI UNGGUL TERPADU SERAMBI MEKKAH
KABUPATEN KAMPAR

PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang

Era globalisasi dan kemajuan teknologi memicu beberapa daerah di Indonesia yang telah menekankan wilayahnya menjadi status otonomi berpacu meningkatkan kualitas sumber daya insani di wilayahnya masing-masing. Pada umumnya, sebagai hambatan yang paling besar adalah masalah dana. Menurut UUD 1945, alokasi dana pendidikan harus 20% dari Rencana Anggaran Belanja Daerah/Pusat, namun realisasi kurang dari 20%.

Kabupaten Kampar, berdiri sejak tahun 1949, maka sebagai sebuah Kabupaten yang mandir, pemerintah daerah di Kabupaten Kampar memiliki otonomi untuk mengembangkan diri. 5 (Lima) pilar pembangunan yang dikembangkan oleh Kabupaten Kampar meliputi:
1.     Peningkatan akhlak dan moral
2.     Peningkatan ekonomi rakyat
3.     Peningkatan sumber daya manusia
4.     Peningkatan pelayanan kesehatan
5.     Peningkatan infrastruktur
Dalam bidang pendidikan, Kabupaten Kampar memiliki arah kebijakan umum sebagai berikut:
1.   Melanjutkan program pendidikan terpadu yang sebelumnya sudah direncanakan pada periode 2001-2006;
2.     Mengevaluasi program pendidikan yang tetap berpegang teguh pada peningkatan akhlak dan moral;
3.     Memberikan pendidikan gratis bagi yang tidak mampu;
4.     Meningkatkan mutu guru, mutu sekolah serta fasilitas pendidikan yang lebih baik;
5.     Meningkatkan kesejahteraan guru pada semua tingkatan dan memantapkan program pemberian beasiswa bagi pendidikan dan anak didik yang berprestasi.
Pemerintah Kabupaten Kampar bersama DPRD Kampar telah menyepakati untuk membangun Pusat Pendidikan Terpadu Serambi Mekkah Kampar (PPTSMK) sebagai pusat pengembangan pendidikan, budaya, agama, dan ekonomi. Dari PPTSMK inilah diharapakan dapat mewujudkan cita-cita penduduk Kampar yang menjunjung tinggi Budaya Melayu dengan keimanan dan ketakwaan yang tinggi serta berbasiskan jiwa entrepreneurship (kewirausahaan) yang tinggi bagi peserta didiknya.

1.2.    Maksud dan Tujuan

Kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan penyusunan Grand Design Pendidikan SMP dan SMA pada PPTSMK, sesuai kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kampar dengan DPRD Kabupaten Kampar.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah tersedianya Grand Design pendidikan SMP dan SMA pada PPTSMK.


1.3.    Ruang Lingkup Pekerjaan

Ruang lingkup kegiatan yang tercakup dalam pekerjaan ini antara lain :

1.  Tahap persiapan, meliputi:
·      Pengumpulan informasi awal;
·      Pembahasan Metodologi dan penyusunan rencana kerja;
·      Studi literature.

2.  Tahap pelaksanaan, meliputi:
·      Pemetaan dan analisa kondisi pendidikan yang ada di Kabupaten Kampar;
·      Pembahasan Visi dan Misi dan Program;
·      Pembahasan kebijakan yang berhubungan dengan PPTSMK;
·      Pembahasan perencanaan pengembangan kompetensi dasar/kompetensi generik Sumber Daya Manusia masyarakat Kabupaten Kampar;
·      Pembahasan Sarana dan Prasarana penunjang PPTSMK;
·      Pembahasan Organisasi dan Sistem Manajemen PPTSMK;
·      Penyusunan Grand Design Pendidikan SMP dan SMA pada PPTSMK.

3.  Tahap akhir/penyempurnaan, meliputi:
·      Penyempurnaan Grand Design Pendidikan SMP dan SMA pada PPTSMK.


1.4.    Hasil Yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan akan diperoleh dari pekerjaan ini adalah tersedianya Grand Design Pendidikan SMP dan SMA pada PPTSMK.
1.5.    Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

Waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan ini adalah 5 bulan (150 hari kalender) terhitung diterbitkannya surat perintah memulai pekerjaan.


1.6.    Biaya

Biaya untuk melaksanakan penyusunan Grand Design Pendidikan SMP dan SMA pada PPTSMK dialokasikan pada APBD Kabupaten Kampar Tahun 2012.




BAB II
METODOLOGI


Secara umum, pekerjaan “Penyusunan Grand Design Pendidikan SMP dan SMA pada Pusat Pendidikan Terpadu Serambi Mekkah Kampar” ini meliputi 3 (tiga) tahapan utama, yaitu:

1.  Tahap persiapan, meliputi:
·      Pengumpulan informasi awal;
·      Pembahasan metodologi dan penyusunan rencana kerja;
·      Studi literatur.

2.  Tahap pelaksanaan
·      Pemetaan dan analisa kondisi pendidikan yang ada di Kabupaten Kampar;
·      Pembahasan Visi dan Misi dan Program;
·      Pembahasan Kebijakan yang berhubungan dengan PPTSMK;
·      Pembahasan perencanaan pengembangan kompetensi dasar/kompetensi generik Sumber Daya Manusia PPTSMK;
·      Pembahasan Sarana dan Prasarana penunjang PPTSMK;
·      Pembahasan Organisasi dan Sistem Manajemen PPTSMK;
·      Penyusunan Grand Design Pendidikan SMP dan SMA pada PPTSMK.

3.  Tahap akhir/Penyempurnaan, meliputi:
·      Penyempurnaan Grand Design Pendidikan SMP dan SMA pada PPTSMK.

2.1.   Tahap Persiapan

Tahap persiapan merupakan langkah awal dari seluruh kegiatan pelaksanaan pekerjaan, yaitu berupa pengumpulan informasi awal, pembahasan metodologi dan penyusunan rencana kerja, serta studi literatur.

Penentuan metodologi dan menyusun rencana kerja yang tepat dari penyusunan Grand Design Pendidikan SMP dan SMA pada PPTSMK merupakan hal yang sangat penting. Untuk membahas hal tersebut digunakan metode brainstroming.

Brainstroming adalah metode berfikir secara kolektif untuk berbagai tujuan. Di antaranya adalah untuk memecahkan berbagai problem yang terjadi dalam berbagai sendi kehidupan sehari-hari. Curah gagasan, asah otak, pacu otak, adu fikir, memancing, memunculkan dan melahirkan ide adalah semuanya nama lain dari brainstroming.
Kegiatan ini dilakukan berdasarkan pemisahan antara fase pemunculan ide-ide sebagai fase yang tidak tetap, atau antara evaluasi terhadap ide-ide yang dilakukan pada fase tersendiri, dengan fase pengaplikasian ide-ide tersebut. Kegiatan ini merupakan kunci yang mengantarkan kita kepada kristalisasi permasalahan dan solusinya, dalam kerangka kebebasan dan keterbukaan terhadap realitas yang ada.

Kegiatan brainstorming dalam kegiatan ini adalah suatu upaya untuk mengumpulkan berbagai ide atau pendapat dari unsur-unsur yang terlibat dalam kegiatan ini, yakni unsuur BPPT dan  pihak-pihak terkait di Kabupaten Kampar.



2.2. Tahap Pelaksanaan

Tahap ini merupakan langkah pelaksanaan dari penyusunan Grand Design Pendidikan SMP dan SMA pada PPTSMK. Beberapa kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah:

2.2.1.  Pemetaan dan Anlisa Kondisi Pendidikan Yang Ada di Kabupaten Kampar.

Pembangunan dan pengembangan PPTSMK, yang akan berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan dakwah Islam berbasis entrepreneurship (kewirausahaan) harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan dan pengembangan sistem pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, kehadiran lembaga ini di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Kampar dan dalam konteks yang lebih luas di Provinsi Riau, memperhatikan juga landasan-landasan hukum yang berlaku dan relevan dengan pendidikan di Indonesia seperti, UUD, Undang-undang, Perda dan sebagainya.

Di samping itu Grand Design ini juga perlu memperhatikan perkembangan kelembagaan pendidikan Islam yang sudah ada di wilayah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Keberadaan SMP dan SMA yang sudah ada dengan sejumlah guru dan murid di wilayah Kabupaten Kampar perlu dipertimbangkan dan diperhatikan dalam menyusun Grand Design ini. Fakta-fakta dan informasi tentang pesantren tersebut penting keberadaannya sebagai realitas, berikut kemungkinan dikembangkannya hubungan kemitraan dan kerjasama dengan PPTSMK, di masa-masa mendatang.



2.2.2. Pembahasan Visi dan Misi

Seperti telah disampaikan pada Bab Pendahuluan, Pemerintah Daerah Kampar bersama DPRD Kampar telah menyepakati untuk membangun PPTSMK sebagai pusat pengembangan pendidikan, budaya, agama, dan ekonomi. Diharapkan dengan pembangunan PPTSMK ini dapat mewujudkan cita-cita penduduk Kampar yang menjunjung tinggi Budaya Melayu dengan keimanan dan ketakwaan yang tinggi serta mampu mendalami kandungan Al-Quran dan menghafalkannya (Hafidz Al-Quran). Seiring dengan era globalisasi dan kemajuan teknologi, sumber daya insani perlu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sehubungan dengan hal tersebut perlu ditetapkan visi dan misi dari pendirian PPTSMK tersebut. Dengan visi dan misi tersebut, organisasi dan manajemen memiliki kepemimpinan yang mampu membangun inspirasi ke arah aspirasi berfungsinya organisasi secara berkelanjutan, ditimbulkan oleh kemampuannya untuk membangun gambaran masa depan yang secara bersama dapat diciptakan dan diraih bersama antara para anggota organisasi itu.

Organisasi PPTSMK sulit berkembang dan menjadi besar dan jaya tanpa visi, misi, tujuan-tujuan, dan nilai-nilai yang terbagi rata dan menjadi milik bersama seluruh anggota organisasi.

Visi bersama bukan sekedar dikatakan dan diucapkan, tetapi seluruh anggota organisasi itu telah menyadarinya dan mereka menghendaki untuk mencapainya.


2.2.3. Pembahasan Perencanaan Siswa/Peserta Didik

Pada tahap ini dibahas perencanaan jumlah dan kualifikasi siswa yang dididik di lingkungan PPTSMK. Pertama, Grand Design akan mengikuti acuan/ketentuan siswa yang ditetapkan sesuai dengan Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem  Pendidikan Nasional khususnya Bab VI tentang Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan terutama Pasal 17 dan Pasal 18.

Kedua, persyaratan masuk bagi siswa pada setiap satuan pendidikan SMP dan SMA akan disesuaikan dengan kondisi obyektif di lingkungan masyarakat Kabupaten Kampar sendiri. Dengan demikian, akan selalu dikaitkan dengan tuntutan koordinasi dan integrasinya dengan sistem pendidikan nasional dan khususnya dengan program pendidikan di Provinsi Riau.

Perencanaan jumlah dan kualitas peserta didik, desain perencanaan dan pengelolaan sistem pangkalan data peserta didik siswa juga akan dilaksanakan berdasarkan atau dengan dukungan sistem teknologi informasi.
Dengan memperhatikan tuntutan, peran dan fungsi siswa sebagaimana yang dikemukakan di atas, maka pada dasarnya semua unsur masukan termasuk siswa pada PPTSMK, segera juga akan berfungsi sebagai bagian aset lembaga pendidikan ini. Untuk itu tiap aset perlu didesain sebagai suatu tipologi bentuk aset yang dimuat dalam sistem teknologi informasi yang kelak mampu memberikan informasi setiap saat diperlukan.


2.2.4.  Pembahasan Kebijakan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pendidik dan Non Pendidik) pada PPTSMK

a.      Kebijakan Sumber Daya Manusia

Dengan penerapan dan penyelenggaraan sistem desentralisasi dan otonomi pemerintahan daerah maka secara logis juga telah terjadi inovasi/pembaharuan dan perubahan dalam model dan struktur organisasi pendidikan di daerah. Dalam hal ini juga terjadi penerapan proses manajemen program pendidikan dalam upaya menghasilkan bentuk-bentuk dan model pelayanan pendidikan yang sesuai dengan sistem desentralisasi dan otonomi daerah tersebut. Dalam hal ini juga secara simultan terjadi perumusan kebijakan dan penyelenggaraan program di bidang SDM.

Program-program di bidang SDM ini berlangsung dalam fungsi otonomi pendidikan daerah yang didesain sesuai dan sejalan dengan struktur kurikulum, pola organisasi, model prasarana dan sarana, media teknologi, sebagai unsur yang kait-mengkait dalam kelembagaan pendidikan. Dalam hal ini lebih menonjol kebijakan, program-program dan proses manajemen SDM yang sejalan dengan sistem otonomi pendidikan dan diadaptasikan sesuai dengan aspirasi para stakeholders pendidikan di lokasi setempat.

Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari adanya desain baru dalam organisasi pendidikan, maka penting peran dan fungsi perencanaan kebijakan SDM yang implementasinya meliputi program-program:

(i)        rekrutmen dan seleksi;
(ii)      interview dan tes (fit and proper test);
(iii)     pelatihan jabatan (on the job training);
(iv)     penempatan dan penugasan;
(v)      sistem penggajian dan imbalan;
(vi)     pelatihan dan pengembangan karier;
(vii)    mutasi dan alih tugas
(viii)   penilaian dan informasi

Dalam kebijakan SDM pola “pemberian imbalan”, perlu ada tiga aspek penting dalam kebijakan sistem imbalan yang diberlakukan yang akan dibangun dan dikembangkan ialah:

(i) Sistem imbalan untuk SDM berkualitas tetap loyal bekerja dalam    organisasinya;
(ii) Sistem imbalan yang memotivasi SDM untuk bekerja lebih sungguh-sungguh sesuai upaya melaksanakan misi dan fungsi baru organisasi;
(iii) Sistem imbalan hanya diberlakukan  dan diberikan berdasarkan prestasi      kinerja SDM;
Dalam sistem otonomi pendidikan yang dilaksanakan oleh PPTSMK, dimana perlu terjadi upaya-upaya inovasi dan pemikiran kreatif untuk mengkonsolidasikan sistem pendidikan yang sebaik-baiknya maka kebijakan imbalan yang memotivasi SDM lebih kreatif dan inovatif ikut menentukan perkembangan sistem pendidikan di tiap satuan pendidikan (SMP dan SMA) di lingkungan PPTSMK.

Aspek lain yang penting dalam kebijakan SDM pada PPTSMK, selaku penyelenggara otonomi pendidikan adalah sistem pengangkatan dan penempatan SDM atau yang biasa dikenal sebagai “staffing” pada organisasi ini. Masalah ini secara mendasar penting bagi lembaga pendidikan yang dalam tahap pembangunan dan pengembangan dan pemantapan fungsi-fungsi organisasinya dalam rangka menyelenggarakan pelaksanaan pelayanan bagi stakeholders yang sesuai dengan aspirasi masyarakat lokal di Kabupaten Kampar.

Dalam kebijakan Staffing ini sangat penting peran rekrutmen, seleksi, pelatihan jabatan (on the job training), penempatan, penugasan, dimana SDM yang diangkat dan ditugaskan akan ikut mendukung pembangunan dan pengembangan organisasi PPTSMK, sesuai dengan visim, misi, tujuan, fungsi, arah, strategi dan kebijakan lembaga tersebut.

b.      Perencanaan Pengembangan Kompetensi SDM pada PPTSMK
Upaya untuk membina mengembangkan dan mengelola SDM selalu menjadi komitmen mulia bagi tiap orang yang melakukannya. Karena upaya ini langsung atau tidak langsung sebagai upaya meningkatkan mutu, harkat dan martabat manusia. Itulah sebabnya upaya untuk merumuskan kompetensi dasar SDM PPTSMK, juga dapat disebut sebagai upaya untuk memuliakan harkat dan martabat seluruh unsur SDM di lingkungan lembaga pendidikan ini.


2.2.5. Pembahasan Sarana dan Prasarana Penunjang pada PPTSMK

Perencanaan pembangunan dan pengembangan Gedung dan Bangunan di lingkungan PPTSMK disertai perencanaan sistem informasi tentang bangunan dan gedung sebagai aset. Hal terakhir ini telah disebutkan di atas sebagai Asset Management Plan (AMP).

Sejalan dengan tuntutan kurikulum, kebutuhan pelayanan siswa, meningkatkan kinerja SDM dan rancangan organisasi dan manajemen, upaya pencapaian prestasi belajar siswa, persyaratan kinerja SDM dan keperluan organisasi PPTSMK, maka dalam Grand Design ini perlu juga merencanakan model/pola bangunan gedung sekolah yang akan dibangun dan dikembangkan.

Bersamaan dengan itu juga perlu dirancang dan disusun Asset Management Plan gedung sekolah dalam beberapa kategori pembangunan, yakni sarana dan prasarana penunjang (infrastruktur) yang inheren dengan keberadaan bangunan tersebut. Sistem ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan sistem informasi sarana dan prasarana yang handal, khususnya di lingkungan PPTSMK. Perencanaan ini penting dalam rangka mensinergikan potensi yang ada secara professional sesuai dengan prinsip-prinsip “Good Governance”.
2.2.6. Pembahasan Organisasi dan Sistem Manajemen Program PPTSMK

Salah satu unsur input penting dalam rangka mencapai efisiensi internal PPTSMK, adalah organisasi dan manajemennya. Pembahasan tugas pokok, fungsi, peran, kewenangan, tanggungjawab, sistem pembelajaran organisasi dan manajemen serta mekanisme lainnya harus disusun dengan sistematis dan ditetapkan.


2.2.7. Pembahasan Sistem Teknologi Informasi PPTSMK

Grand Design sistem teknologi informasi berikut desain program alih teknologinya sebagai program diseminasi dan penerapan manajemen pendidikan dan aset prasarana dan sarana pendidikan di PPTSMK, pada dasarnya merupakan sebuah rencana sistem teknologi informasi berikut sistem alih teknologinya. Grand Design sistem teknologi informasi di lingkungan PPTSMK meliputi hal-hal sebagai berikut :

·           Sistem teknologi informasi/pangkalan data SDM PPTSMK;
·           Sistem teknologi informasi/pangkalan data peserta didik/siswa;
·           Sistem informasi manajemen aset gedung dan bangunan (prasarana) berbasis TI;
·           Sistem estimation cost value dan sistem penilaian;
·           Sistem pelelangan berbasis TI;
·           Sistem  web design dan programing;
·           Sistem dukungan teknis dan manajemen pangkalan data;
·           Sistem pemeliharaan secara keseluruhan dan berkesinambungan baik untuk perangkat keras maupun sistem yang telah terbangun.

Sistem-sistem informasi manajemen ini secara lebih substantif dan operasional akan didesain sesuai dengan kebutuhan di PPTSMK.


2.2.8. Penyusunan Grand Design Pendidikan SMP dan SMA Pada PPTSMK

Penyusunan Grand Design Pendidikan SMP dan SMA Pada PPTSMK dilakukan dengan mensinkronkan hasil-hasil pembahasan dan menjadikannya sebagai Grand Design Pendidikan SMP dan SMA Pada PPTSMK.


2.3.   Tahap Akhir/Penyempurnaan

Merupakan tahapan perbaikan dan penyempurnaan dari tahapan sebelumnya berdasarkan hasil dari diskusi dan pembahasan yang dilakukan bersama pemberi kerja.

 
BAB III

PELAKSANAAN TAHAP I



1.1.    Tahap Persiapan
         
Merupakan langkah awal dari seluruh kegiatan pelaksanaan pekerjaan, berupa pengumpulan informasi awal, pembahasan metodologi dan penyusunan rencana kerja.

Penentuan metodologi dan menyusun rencana kerja “Penyusunan Grand Design Pendidikan SMP dan SMA pada Pusat Pendidikan Terpadu Serambi Mekkah Kampar, Propinsi Riau” yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan merupakan hal yang sangat penting. Untuk membahas hal tersebut digunakan metode brainstroming.

Sebagai hasil dari beberapa kali dilaksanakannya brainstroming metodologi dan penyusunan rencana kerja, diputuskan bahwa:

1.     Kegiatan penyusunan Grand Design pendidikan dilaksanakan dengan beberapa kali brainstroming dalam bentuk diskusi panel tim ahli;
2.     Hasil beberapa kali diskusi dirumuskan untuk pembuatan draft awal
3.     Dilakukan diskusi pembahasan draft awal;
4.     Penyempurnaan draft awal.


1.2.    Pelaksanaan Tahap I          

Dengan berlandaskan metodologi yang telah disampaikan di Bab sebelumnya, maka pembahasan dalam pelaksanaan Tahap I, meliputi hal-hal sebagai berikut:

1.     Pemetaan dan analisa kondisi pendidikan yang ada di Kabupaten Kampar;
2.     Pembahasan Visi, Misi, tujuan, strategi dan program pengembangan;
3.     Kerangka dasar dan struktur kurikulum;
4.     Peserta didik;
5.     Ketenagaan Pendidik dan Non Pendidik;
6.     Sarana dan Prasarana.
Sedangkan substansi yang terkait dengan:


7.     Organisasi;
8.     Pembiayaan;
9.     Peran Serta Masyarakat;
10.  Manajemen Sekolah;
11.  Indikator Keberhasilan;
12.  Manfaat dan Dampak.

Akan disampaikan pada pelaporan pelaksanaan Tahap II/Tahap Akhir berikutnya.






BAB IV

HASIL PELAKSANAAN TAHAP I


        Berikut adalah hasil dari pelaksanaan beberapa kali brainstroming yang dilakukan antara Tim BPPT dan Tim dari Universitas Islam Negeri, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau.

1.1.    Pemetaan Dan Analisa Kondisi Pendidikan Yang Ada Di Kabupaten  Kampar

Mencerdaskan anak bangsa merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pemimpin di negeri ini. Bahkan pembangunan pendidikan merupakan porsi utama yang harus dijalankan oleh setiap pemimpin. Dengan peningkatan sumber daya manusia, rakyat akan lebih cerdas dalam bersikap, berbuat dan bertindak sesuai dengan aturan.

Pada pilar ini akan dibuat program pelatihan yang intensif terhadap guru dengan cara mendatangkan instruktur pengajar yang bertaraf nasional dan internasional supaya mutu pendidikan Kabupaten Kampar sejajar dengan pendidikan di pulau Jawa. Pilar tersebut juga akan menjadikan Kabupaten Kampar sebagai pendidikan serta membangun sekolah unggulan terpadu diatas lahan 100 hektar mulai dari SD, SMP, SMA, sampai ke Universitas dengan wawasan entrepreneurship (kewirausahaan) yang berstandar nasional dan internasional. Di sekolah tersebut dipakai sistem kurikulum terpadu dengan pembagian 30% teori dan 70% praktek untuk siangnya.

Kawasan pendidikan tersebut menjadi bagian yang terintegrasi dengan Pusat Teknologi Produksi Induk, Benih dan Bibit Unggul Kabupaten Kampar (PUSTEKPRO), dimana fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk kerja praktek dari SMP dan SMA unggulan. Disamping itu, hasil dari PUSTEKPRO ini akan menjadi sumber pembiayaan operasional sekolah.

Bagi yang beragama Islam, malamnya belajar Al Quran dan Hadist dengan target pencapaian tamat SD hafal 7 Juz, SMP hafal 14 Juz, SMA hafal 21 Juz, dan tamat Universitas sudah harus hafal Al Quran. Mereka yang dididik di sekolah tersebut akan menjadi calon pemimpin masa depan Kabupaten Kampar mula dari Bupati sampai Kepala Desa. 
        Menaikkan tunjangan guru menjadi skala prioritas, jika pada tahun 2006 tunjangan guru sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) per bulan, maka pada tahun 2012 akan naik menjadi Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) perbulan. Dengan dinaikkannya tunjangan guru tersebut, diharapkan guru lebih serius dalam mengajar, membimbing dan membina siswa. Selain itu guru honor, MDA dan guru komite akan diberikan juga tunjangan.

Pemerintah Kabupaten Kampar juga akan menyiapkan sarana prasarana penunjang dan pendukung sekolah. Mengenai biaya sekolah diatur dengan baik, sebagai berikut: bagi masyarakat tidak mampu biaya sekolah akan digratiskan, bagi yang setengah mampu membayar setengah dari biaya sekolah, dan bagi yang mampu harus membayar biaya sekolah keseluruhan. Bagi anak yang berprestasi akan diberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di dalam atau diluar negeri.

Dengan demikian, diharapkan Kabupaten Kampar dapat menyandang sebutan sebagai Kota Pendidikan. Dengan berjiwa entrepreneur (wirausaha) yang handal akan menimbulkan daya saing dan profesional bagi setiap siswa lulusan. Di sekolah ini siswa akan diajari tentang teknologi pertanian, mulai dari bagaimana cara menanam, memupuk, memanen, pasca panen pertanian sampai memasarkan hasil panen.

Dari hasil studi literatur diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar telah melakukan sensus penduduk pada tahun 2010. Berdasarkan sensus tersebut, data perkembangan kependudukan dan kelembagaan pendidikan di wilayah Kabupaten Kampar, Propinsi Riau, adalah sebagai berikut:

1.         Jumlah per tahun 2010 berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut:
-          Penduduk laki-laki                                    = 354.434
-          Penduduk perempuan                              = 333.363 +
   Total                                                          = 687.797

2.         Jumlah penduduk per tahun 2010 berdasarkan usia adalah sebagai berikut:
-       Usia 0-14 tahun                               = 236.317
-       Usia 15-64 tahun                             = 433.995
-       Usia 65+ tahun                                =   17.485 +  
         Total                                                 = 687.797

3.     Jumlah sekolah negeri per tahun 2010 berdasarkan satuan pendidikan adalah sebagai berikut:

-       TK                                                       =    4
-       SD                                                       =   45
-       SMP                                                    =   70
-       SMA                                                    =   30
-       SMK                                                    =    4
4.         Jumlah sekolah swasta per tahun 2010 berdasarkan satuan pendidikan adalah sebagai berikut:
-       TK                                                       = 271
-       SD                                                       =   20
-       SMP                                                    =   33
-       SMA                                                    =   13
-       SMK                                                    =   10

5.     Jumlah murid sekolah negeri per tahun 2010 berdasarkan satuan pendidikan adalah sebagai berikut:
-       TK                                                       =     615
-       SD                                                       = 97.783
-       SMP                                                    = 19.290
-       SMA                                                    =   9.698
-       SMK                                                    =   1.153

6.    Jumlah murid sekolah swasta per tahun 2010 berdasarkan satuan pendidikan adalah sebagai berikut:
-       TK                                                       = 10.370
-       SD                                                       =   2.771
-       SMP                                                    =   3.516
-       SMA                                                    =       13
-       SMK                                                    =   1.288

7.  Jumlah guru pada sekolah negeri per tahun 2010 berdasarkan satuan pendidikan dan status kepegawaiannya adalah sebagai berikut:
                                                                   PNS                     NON PNS
-       TK                                           =         28                              25
-       SD                                           =    3.966                         2.747
-       SMP                                        =    1.087                           899
-       SMA                                        =       502                     544
-       SMK                                        =         37                       43 +
Total                                        =    5.620                   4.258

8.         Jumlah guru pada sekolah swasta per tahun 2010 berdasarkan satuan pendidikan dan status kepegawaiannya adalah sebagai berikut:
                                                            PNS                     NON PNS
-       TK                                           =      125                       1.126
-       SD                                           =        94                            235
-       SMP                                        =        54                            373
-       SMA                                        =        22                     149
-       SMK                                        =        44                       92 +
Total                                            =       339                  1.975

1.2.    Pembahasan Visi, Misi, Tujuan, Strategi Dan Program Pengembangan

Sesuai dengan Peraturan  Bupati Kampar Nomor : 33 Tahun 2013 tentang PedomanPenyelenggaraan Sekolah Negeri Unggul Terpadu Serambi Mekkah Kabupaten Kampar pada BAB I Bagian Ketiga pasal 3 dan 4 menyebutkan Visi dan Misi dari SUT Seranbi Mekkah Kabupaten Kampar itu adalah:
 


* Visi

Insya Allah terwujudnya sekolah unggul terpadu (SUT) sebagai pencetak Insan Qurani yang menguasai IPTEK, IMTAQ, memiliki jiwa entrepreneur, berwawasan global dan mandiri.

* Misi

1.  Menyiapkan sumberdaya manusia yang menguasai Iptek, Imtak, berjiwa     entrepreneur dan mandiri.
2.   Menyiapkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yag profesional
3.   Menyiapkan tata kelola SUT yang profesional.
4.  Menjadikan SUT sebagai piloting dan lokomotif pembangunan keungulan bagi sekolah lain.



Tujuan Khusus


Menghasilkan lulusan yang berjiwa entrepreneur (wirausaha) sejati, hafidz Al Quran, melestarikan nilai-nilai Budaya Melayu dan peduli terhadap lingkungan serta beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.


Tujuan Umum

Menghasilkan lulusan yang mempunyai orientasi entrepreneurship (kewirausahaan), bertaqwa serta kompeten dalam menguasai life skill untuk menjadi manusia mulia dan bermartabat.

Arah Kebijakan

1.     Berorientasi kepada rencana pembangunan daerah Kabupaten Kampar;
2.     Berpedoman pada standar pendidikan nasional;
3.     Berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan;
4.     Berkiprah dalam ikut melaksanakan standar pelayanan minimal bidang pendidikan di daerah Kabupaten Kampar;
5.     Berkoordinasi dan berintegrasi dengan program pembangunan nasional, program pembangunan Propinsi Riau dan pembangunan Kabupaten Kampar.


Pendekatan dan Metodologi

1.     Seleksi/penjaringan calon siswa/murid;
2.     Seleksi/rekruitmen/penyiapan tenaga pendidik dan kependidikan.
3.     Penyiapan sarana dan prasarana pendidikan;
4.     Penyiapan organisasi dan manajemen pendidikan/sekolah;
5.     Perencanaan dan realisasi budgeting/pendanaan (sumber APBD/masyarakat dan dunia usaha);
6.     Perencanaan dan pengembangan metodologi pembelajaran (metode partisipatif, interaktif, kreatif, adapatif dan generik);
7.     Pengembangan proses pembelajaran/interaksi edukatif dengan model Multiple Intelegencies pada siswa dan guru (kecerdasan linguistic, kecerdasan matematis-logic, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestesis-jasmani, kecerdasan musical, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis (kecerdasan membudidayakan lingkungan sekitar secara bijak dan cerdas/lingkungan alam, flora dan fauna serta dalam media darat, laut dan udara);
8.     Pengembangan sistem jejaring kerja/jejaring koordinasi, keterpaduan dan sinergi/kemitraan dengan seluruh unsur kelembagaan Pemda/negeri/swasta,
9.     Pengembangan kuantitatif dan kualitatif hasil/kelulusan pembelajaran.


Strategi pembinaan dan pengembangan

Secara simultan dilakukan pembinaan dan pengembangan antara satuan pendidikan SMP dan SMA (pengelolaan jenjang program pendidikan maupun pendanaan) sesuai dengan kondisi obyektif Kabupaten Kampar.




Program pengembangan

Pelaksanaan lembaga pendidikan PPTSMK pengembangannya dilakukan bersamaan antara jenjang pendidikan SMP dan jenjang pendidikan SMA. Dengan demikian pelaksanaannya dilakukan seperti terlihat pada Tabel 1.

Adapun ruang lingkup, dari program pengembangan tersebut adalah:

1.     Pendidikan Menengah Pertama (SMP)
2.     Pendidikan Menengah Atas (SMA)


Tabel 1
Pentahapan Program

Tahap
Tahun
SMP
SMA
1
2
3
1
2
3
I
2013-2014
X


X


II
2014-2015
X


X


III
2015-2016
X
X
X
X
X
X
IV
2016-2017
X
X
X
X
X
X
V
2017-2018
X
X
X
X
X
X
VI
2018-2019
X
X
X
X
X
X


Tahun pertama (2013-2014) PPTSMK menerima murid SMP dan SMA kelas I (satu). Pada tahun ke IV (2016-2017) mulai menerima murid SMA kelas I lulusan SMP dan Pada Tahun yang sama sudah menghasilkan lulusan SMA angkatan I.

Pentahapan semacam ini dilakukan dengan maksud:

1.     Efisiensi dana pembangunan sarana/gedung/asrama;
2.     Efisiensi dalam rekrutmen tenaga guru;
3.     Memperoleh pengalaman dari awal, sehingga efektivitas pembelajaran dapat dicapai secara maksimal.

Memperhatikan Tabel 1, pengembangan PPTSMK akan berdampak pada:

1.      Rekrutmen guru/tenaga kependidikan;
2.      Pembangunan sarana dan prasarana;
3.      Pendanaan.
Tabel 2
Pentahapan Pendanaan

Porsentase Pendanaan Dari Pemda
Tahun Pelajaran ke
Sumber Dana
I
II
III
IV
V
VI
Pemda
Yayasan
Ortu
90-100%
X
X
X



X

(0-10%)
75%



X


X
X
(0-25%)
50%




X

X
X
(0-50%)
25%





X
X
X
(0-75%)
1-25%







X
(0-100%)

Tabel 2 menunjukkan, bahwa sampai dengan tahun ke 3, pendanaan 90-100% menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. PPTSMK dan hasil kewirausahaannya akan dapat membantu pendidikan mulai tahun ke IV (2016-2017). Sedangkan orang tua murid mulai dikenakan biaya pendidikan secara signifikan pada tahun ke IV (2018-2019). Dengan demikian lembaga pendidikan PPTSMK akan mandiri pada tahun ke VII (2019-2020).

Dalam penyusunan anggaran, perlu diperhatikan hal-hal berikut perlu menjadi perhatian:
1.     Amanah Konstitusi IUUD 1945 Pasal 31 (ayat 4):  “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja Daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”;

2.     UU No.20 Tahun 2003 Pasal 46 ayat (2) tentang Sistem Pendidikan Nasional:
·           Pemerintah dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab menyediakan Anggaran Pendidikan sebagaimana diatur dalam Pasal 31 ayat 4 UUD. RI Tahun 1945;
·           Pasal 49 ayat (1). Dana Pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan MINIMAL 20% dari ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD).

3.     Keputusan Mahkamah Konstitusi Putusan Perkara No.026/PUU-1/1/2005: UU APBN bertentangan dengan UUD 1945 karena anggaran pendidikan tidak memnuhi alokasi sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD, sebagaimana ditetapkan oleh Pasal 31 ayat (4) UUD 1945.

1.1.    Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum

A.     Kurikulum berbasis kompetensi

1.  Pengertian

Kurikulum Berbasis Kompetensi atau disebut juga kurikulum 2004 berisi seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dan cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah.
Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kompetensi dapat dikenali melalui sejumlah hasil belajar dan indikatornya dapat diukur dan diamati. Kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara kontekstual.

Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, sementara siswa, memperoleh pengetahuan dan kesimpulan dari konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit, dan dari proses mengkonteks sendiri, sebagai bekal memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat.

2.  Karakteristik kurikulum berbasis kompetensi

(a)   Mengembangkan 4 (empat) pilar pendidikan, yaitu:

1.     Belajar untuk memahami (Learning to Know);
2.     Belajar untuk hidup dalam kebersamaan (Learning to Live Together);
3.     Belajar untuk berbuat kreatif (Learning to Do)
4.     Belajar untuk membangun dan mengekspresikan jati diri (Learning to Be).

(b)   Mengembangkan kecakapan hidup (life skills)

Kecakapan hidup mencakup keterampilan diri dalam mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai kehidupan (personal skills). Keterampilan berfikir rasional (thinking skills), keterampilan sosial (social skills), keterampilan vokasional (vocational skills). Kurikulum mengembangkan kecakapan hidup melalui pembudayaan membaca, menulis, dan berhitung, sikap dan perilaku adaptif, kreatif, kooperatif, dan kompetitif.

(c)    Berpusat pada siswa (student centered)

Dalam proses pembelajaran titik berat  pada proses belajar. Bagaimana siswa belajar, bekerja sama dan menilai diri sendiri melalui pengalaman belajar (Learning how to Learn). Guru harus belajar memahami kekurangan dan kekuatan atau kelebihan yang ada pada peserta didik secara individual. Penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting dalam rangka pencapaian upaya tersebut.

(d)   Mengembangkan metode pembelajaran yang variatif

Penyajian materi ajar disesuaikan dengan perkembangan peserta didik melalui Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (P.A.K.E.M).

(e)   Penilaian hasil belajar meliputi pemahaman (kognitif), keterampilan (psikomotorik), dan sikap (afektif).

Penilaian hasil belajar meliputi penilaian proses dan hasil.

(f)     Pembelajaran mengacu pada internalisasi nilai (value) tujuan internalisasi nilai, adalah :

1.      Pemahaman seseorang tentang nilai;
2.      Membuka kesadaran pentingnya nilai;
3.      Melatih mengkaji dan menilai suatu nilai;
4.      Mengambil keputusan mantap untuk menerima atau menolak;
5.      Menyempurnakan dan mengembangkan nilai;
6.      Berperilaku sesuai dengan nilai yang diyakini.


B.     Susunan program pengajaran

Susunan program pengajaran merupakan struktur kurikulum yang berisi sejumlah mata pelajaran, kegiatan belajar pembiasaan dan alokasi waktu. Mata pelajaran mengutamakan kegiatan pembelajaran yang berjadwal dan berstruktur. Kegiatan belajar pembiasaan mengutamakan kegiatan pembentukan dan pengendalian perilaku yang diwujudkan dalam kegiatan rutin, spontan, dan pengenalan-pengenalan unsur penting, dalam kehidupan masyarakat.
Dalam menyusun susunan pengajaran pada setiap jenjang pendidikan (SMP dan SMA) di PPTSMK, agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1.      Mengembangkan diri dan menyelenggarakan pendidikan dengan berbasis entrepreneurship (kewirausahaan) dan dipadukan dengan penguasaan kaidah-kaidah Agama Islam (Imtaq);
2.      Hafal (hafidz) Al-Quran;
3.      Melestarikan dan mengembangkan Budaya Melayu.

1.     Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Struktur Program Pengajaran untuk SMP di PPTSMK memuat jumlah dan jenis mata pelajaran yang ditempuh dalam satu periode belajar selama 3 tahun mulai dari kelas VII, VIII, dan IX. Struktur kurikulum di SMP disesuaikan dengan visi dan misi PPTSMK, yaitu menitikberatkan pada entrepreneurship (kewirausahaan) dan Imtaq, khususnya membaca dan menghafal Al Quran.

Tabel 3
Struktur Program Pengajaran SMP di PPTSMK

Program
Alokasi Waktu
VII
VIII
IX
A.
Kurikulum Terpadu



1. Tahfizul Quran
6
6
6
2. Aqidah Akhlak
2
2
2
3. Quran Hadits
2
2
2
4. Fiqh
2
2
2
5. SKI
2
2
2
B.
Kurikulum Nasional



1. Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
2. Bahasa Indonesia
4
4
4
3. Bahasa Inggris
4
4
4
4. Matematika
4
4
4
5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
4
4
4
6. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
4
4
4
7. Seni Budaya / Kesenian
2
2
2
8. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
2
2
2
9. Teknologi Informasi dan Komunikasi
2
2
2
10. Pendidikan Bahasa Asing



     a. Bahasa Arab
4
4
2
     b. Bahasa Mandarin
-
-
-
     c. .............................................



     d. .............................................



C.
Muatan Lokal Unggulan



1. Entrepreneurship
4
4
4
2. Budaya Melayu
2
2
2
3. .................................................



4. .................................................




JUMLAH
52
52
52

Kegiatan pengembangan diri yang diadakan pada Sekolah Unggul Terpadu Serambi Mekkah ini sebagai berikut :

Program
Alokasi Waktu
VII
VIII
IX
D.
Pengembangan Diri



1. Muhadoroh



2. Bimbingan Konseling



3. English Club



4. Arabic Club



5. Mandarin Club



6. Sain Prestasi



7. Olahraga Prestasi



8. Karya Ilmia Remaja (KIR)



9. Palang Merah Remaja (PMR)



10.Seni Beladiri / Silat



11.Pramuka




JUMLAH




Penjelasan:
1.  Hari belajar efektif 6(enam hari);
2.  Satu jam pelajaran tatap muka 45 menit;
3.  Kesenian dan Pendidikan Jasmani diberikan dalam kegiatan ekstra )kurikuler;
4.  Pendidikan entrepreneurship ( kerausahaan) terintegrasi pada semua mata pelajaran.


2.    Sekolah Menengah Atas (SMA)
       Program Studi yang dibuka SMA di PPTSMK adalah Program Studi  Ilmu Pengetahuan Sosial.






Tabel 4
Struktur Kurikulum SMA di PPTSMK
Kelas X (Program Bersama)
Program
Alokasi Waktu
Sem 1
Sem 2
A.
Kurikulum Terpadu


1. Tahfizul Quran
6
6
2. Aqidah Akhlak
2
2
3. Quran Hadits
2
2
4. Fiqh
2
2
5. SKI
2
2
B.
Kurikulum Nasional


1. Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2. Bahasa Indonesia
4
4
3. Bahasa Inggris
4
4
4. Matematika
4
4
5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)


a.       Fisika
2
2
b.      Kimia
2
2
c.       Biologi
2
2
6. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)


a.       Sejarah
1
1
b.      Geografi
1
1
c.       Ekonomi
2
2
d.      Sosiologi
2
2
7. Seni Budaya / Kesenian
2
2
8. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
2
2
9. Teknologi Informasi dan Komunikasi
2
2
10. Pendidikan Bahasa Asing


     a. Bahasa Arab
2
2
     b. Bahasa Mandarin
-
-
     c. .............................................


     d. .............................................


C.
Muatan Lokal Unggulan


1. Entrepreneurship
2
2
2. Budaya Melayu
2
2
3. .................................................


4. .................................................



JUMLAH
52
52




Tabel 5
Struktur Kurikulum SMA di PPTSMK
Program Studi Ilmu Pengetahuan Alam

Mata Pelajaran
Alokasi Waktu
Kelas XI
Kelas XXI
Smt 1
Smt 2
Smt 1
Smt 2
A.
Kurikulum Terpadu




1. Tahfizul Quran
6
6
6
6
2. Aqidah Akhlak
2
2
2
2
3. Quran Hadits
2
2
2
2
4. Fiqh
2
2
2
2
5. SKI
2
2
2
2
B.
Kurikulum Nasional




1. Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2. Bahasa Indonesia
4
4
4
4
3. Bahasa Inggris
4
4
4
4
4. Matematika
4
4
4
4
5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)




d.      Fisika
4
4
4
4
e.      Kimia
4
4
4
4
f.        Biologi
4
4
4
4
6. Seni Budaya / Kesenian
2
2
2
2
7. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
2
2
2
2
8. Teknologi Informasi dan Komunikasi
2
2
2
2
9. Pendidikan Bahasa Asing




     a. Bahasa Arab
2
2
2
2
     b. Bahasa Mandarin
-
-
-
-
     c. .............................................




     d. .............................................




C.
Muatan Lokal Unggulan




1. Entrepreneurship
2
2
2
2
2. Budaya Melayu
2
2
2
2
3. .................................................




4. .................................................





JUMLAH
52
52
52
52








Tabel 6
Struktur Kurikulum SMA di PPTSMK
Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial

Mata Pelajaran
Alokasi Waktu
Kelas XI
Kelas XXI
Smt 1
Smt 2
Smt 1
Smt 2
A.
Kurikulum Terpadu




1. Tahfizul Quran
6
6
6
6
2. Aqidah Akhlak
2
2
2
2
3. Quran Hadits
2
2
2
2
4. Fiqh
2
2
2
2
5. SKI
2
2
2
2
B.
Kurikulum Nasional




1. Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2. Bahasa Indonesia
4
4
4
4
3. Bahasa Inggris
4
4
4
4
4. Matematika
4
4
4
4
5. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)




a. Sejarah
2
2
2
2
b. Geografi
4
4
4
4
c. Ekonomi
4
4
4
4
d. Sosiologi
2
2
2
2
6. Seni Budaya / Kesenian
2
2
2
2
7. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
2
2
2
2
8. Teknologi Informasi dan Komunikasi
2
2
2
2
9. Pendidikan Bahasa Asing




     a. Bahasa Arab
2
2
2
2
     b. Bahasa Mandarin
-
-
-
-
     c. .............................................




     d. .............................................




C.
Muatan Lokal Unggulan




1. Entrepreneurship
2
2
2
2
2. Budaya Melayu
2
2
2
2
3. .................................................




4. .................................................





JUMLAH
52
52
52
52
Penjelasan:
1.  Hari efektif belajar 6 hari.
2.  Satu jam pelajaran tatap muka 45 menit.
3.  Pendidikan Kesenian dan Pendidikan Jasmani merupakan kegiatan ekstra kurikuler.
4.  Pendidikan enterpreneurship (kewirausahaan) terintregrasi pada semua mata pelajaran.
C.   Materi Pengajaran
      
       SMP / SMA

1.   Penguasaan materi kemampuan dasar (Bahasa Indonesia, Matematika dan Alquran;
2.   Pembentukan perilaku melalui pembiasaan pelaksanaan ibadah wajib dan sunnnah dan sikap disiplin. Kehidupan di asrama sangat menunjang kegiatan tersebut;
3.   Mata pelajaran MIPA (Matematika, Biologi, Fisika, Kimia).
Khususnya matematika dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan serta lebih mengembangkan kemampuan matematika yang diperlukan dalam mempelajari bidang-bidang ilmu alam yang lebih lanjut senagai bekal untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi;
4.   Pendidikan enterpreneurship (kewirausahaan) terintregrasi pada semua mata pelajaran;


D.   Strategi Belajar Mengajar SMP/SMA

Sebagaimana di SD, strategi pembelajaran pada satuan pendidikan SMP dan SMA mengembangkan 2 (dua) strategi pokok, yaitu:

a.  Strategi Pemaparan (Expository Strategy)

Dalam strategi pembelajaran ini, guru memegang peran aktik, antara lain:

·      Pola komunikasi satu arah (lecturing). Apabila guru menggunakan pola ini, harus mempersiapkan diri dengan baik, khususnya dalam menggunakan media (OHP, in-focus, dsb0
·      Pola balikan (lecture disccion). Metode ini dikenal dengan metode tanya jawab. Dalam hal ini, guru harus mampu menghidupkan suasana kelas untuk bertanya, mendebat, mengemukakan pendapat yang berbeda dengan pendapat guru.

b.  Strategi Penemuan (Heuristic Strategi)

Srategi ini lebih menitik beratkan pada peran murid. Guru lebih berperan sebagai fasilitator. Metode yang sering digunakan,antara lain;

1.      Pola Interakti, artinya pola yang menggambarkan seberapa jauh peran murid dalam pembelajaran.
2.      Balajar aktif (aktive learning). Jawaban atas pertanyaan guru menjadi topik pembahasan murid-murid lainnya.
3.      Diskusi (independent planning). Topik diskusi ditentukan oleh murid, kemudian dipresentasikan.
4.      Tugas kelompok (task centeret). Tugas ini merupakan penelitian kelompok terhadap suatu masalah gejala alam/sejarah sosial.
5.      Tugas individual (independent working).
6.      Tugas penelitian secara perseorangan.
7.      Pola penerus suatu konsep. Pola ini merupakan proses pengelolaan informasi untuk ‘menemukan’ suatu konsep.
8.      Deduktif. ‘penemuan’ suatu konsep melalui proses pengumpulan imformasi secara umum ke khusus (guide discovery).
9.      Induktif. ‘penemuan’ suatu konsep malalui proses suatu ‘rumusan konsep’ baru dibuktikan kebenarannya (open discopery inquiry)

Oleh sebab itu, kegiatan pembelajaran di SMP/SMA pada dasarnya mengembangkan kemampuan psikis dan fisik serta kemampuan penyesuaian sosial secara utuh.

Dalam rangka mempersiapkan siswa untuk studi lanjutan atau memasuki lapangan kerja, perlu dikembangkan sikap kemandirian, tanggung jawab dalam belajar dan mengemukakan pendapat, berpikir secara teratur, kritis, disiplin dan keberanian dalam mengambil keputusan.

Mengingat kekhasan setiap mata pelajaran, khususnya matematika, fisika, kimia,dan biologi hendaknya memempaatkan berbagai srana penunjang, sepeti perpustakaan, laboratorium bahasa, laboratorium matematika, laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium komputer, dsb. Tinggal di asrama bagi siswa SMP da SMA di PPTSMK merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan kebiasaan berprilaku islami, yaitu membaca dan menghafal Al-Qura’n.

Strategi belajar mengajar yang diuraikan di atas bukan berarti strategi palajaran di SMP dan SMA berpisah-pisah yang dapat menimbulkan kesan berkotak-kotak, melainkan strategi pembelajarandari SMP sampai dengan SMA bersifat menyeluruh dan berkesinambungan. Perbedaan strategi pembejaran di setiap jenjang saling mengisi.

Dalam hal ini, pendidikan dapat dipandang sebagai sesuatu yang selalu hidup dan tumbuh menyesuaikan dengan perubahan jaman. Pendidikan harus dipandang sebagai suatu yang menyeluruh (totalitas) yang utuhng terkait dengan seluruh aspek kehidupan manusia, sebab keutuhan tidak sekedar kumpulan dari bagian-bagian. Kondisi yang komplek dan interaktif ini malahirkan paradigma pendidikan sistemik-organik.

Paradigma pendidikan sistemik-organik menekankan bahwa proses pendidikan formal sistem persekolahan harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.    Pendidikan lebih menekankan pada paroses pembelajaran (laerning)dari pada mengajar (teching);
2.    Pendidikan diorganisis dalam suatu struktur yang fleksibel;
3.    Pendidikan memperlakukan peserta didik sebagai individu yang memiliki karakteristik khusus dan mandiri;
4.    Pendidikan merupakan paroses berkesinambungan dan senantiasa dengan lingkungan yang berinteraksi.


E.   Penilaian

  Dalam sistem pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi, penilaian dapat dilaksanakan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran yang dinyatakan dari kompetensi dasar.


SMP/SMA

Sebagaimana di SD, penilaian di SMP/SMA juga meliputi kognitif, afektif dan psikomotorik. Penilaian kontitatif merupakan penilaian hasil yang dicapai setelah proses pembelajaran (kognitif) dengan tingkat berfikir yang lebih tinggi.

Penilaian di SMP dan SMA menggunakan pencapaian ketuntasan belajar (mastery learning). Batas ketuntasan belajar ditentukan oleh guru masing-masih bidang studi.

Sedangkan murid yang tidak tercapai ketuntasan belajarnya, maka diberikan perbaikan (program remedial), sedangkan apabila telah tercapai melebihi ketuntasan belajar diberikan pengayaan (enricment programme).





F.    Bahasa Pengantar
       
1.    SMP dan SMA menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin sebagai bahasa pengantar.
2.    Penggunaan dua bahasa dalam bahasa pengantar (trilinguar) dapat dilakukan apabila kondisinya memungkinkan. Trilingual ini diupayakan sedini mungkin (TK, SD) sehingga selama di SMP-SMA murid sudah terbiasa dan lancar dalam berbahasa asing.
3.    Bahasa Arab dapat digunakan sebagai bahasa komunikasi secara sederhana.


G.   Bimbingan dan Konseling
       
Kehadiran lembaga bimbingan/konselor sangat diperlukan di SMP dan SMA. Khususnya dalam layanan individual (konseling) sangat diperlukan. Hal ini mengingat yang terjadi di sekolah menyangkut kesulitan belajar, masalah penyesuaian diri dengan lingkungan, masalah yang terkait dengan masalah kelurga dan sebagainya.



4.4.    Peserta Didik

A.     Daya tampung
      
Lembaga pendidikan PPTSMK memiliki daya tampung murid sesuai dengan ukuran luas kelas dan umur/jenjang pendidiknnya:

a.      SMP
Paralel 3 rombongan belajar untuk setiap tingkat (kelas I s.d. III)
Ratio kelas : 40 murid

b.      SMA
Paralel 3 rombongan belajar untuk setiap tingkat (kelas I s.d. III)
Ratio kelas 40 murid


B.     Persyaratan sebagai murid
      
1.     SMP
Memiliki Surat Tanda Lulus SD
       Serusia 13-15 tahun, maksimal 15 tahun
       Lulus seleksi:

1.     Tes akademik (Bhs. Indonesia, Matematika dan IPA)
2.     Tes baca Al-qur’an
3.     Tes hapalan ayat-ayat
4.     Tes Psikologi

2.     SMA  
Memiliki STTB-SMP/MTs
Berusia tidak lebih dari 21 tahun
Lulus seleksi:

1.     Tes akademik (Bhs. Indonesia, Bhs. Inggris, Matematika, IPA dan Agama Islam)
2.     Tes baca Al-qur’an dan hapalan surat-surat
3.     Tes psikologi


C.    Pakaian Murid
Pada prinsipnya murid SMP dan SMA memakai pakaian seragam sekolah.

Ketentuan seragam sekolah ditentukan, kemudian sesuai dengan ketentuan dalam Syari’at : Menutup Aurat.

D.    Unit Kegiatan Murid/Siswa
       Sekolah perlu memberikan/menyediakan fasilitas untuk mendorong kegiatan siswa dalam rangka menumbuhkan bakat dan minat dalam mengembangkan iklim islami, demokrasi, kemandirian, berorganisasi, kepemimpinan dan sebagainya (misalnya : OSIS, Pramuka, PMR, Olahraga, Kesenian,dsb)


4.5.    Tenaga Pendidik dan Kependidikan
A.     Jenis

SMP/SMA

Tenaga Penddik:
§   Kepala Sekolah
§   Wakil Kepala Sekolah
§   Guru kelas
§   Guru mata pelajaran:
Ø  Guru Pendidikan Agama Islam
Ø  Guru Alqur’an
Ø  Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Ø  Guru Keterampilan dan Kesenian
Ø  Guru Matematika
Ø  Guru Fisika
Ø  Guru Kimia
Ø  Guru Biologi
Ø  Guru sosiologi dan Antropologi
Ø  Guru Geografi
Ø  Guru Sejarah
Ø  Guru Ekonomi
Ø  Guru Akuntansi
Ø  Guru Bahasa Mandarin
Ø  Guru Bahasa Inggris
Ø  Guru Bahasa Indonesia
Ø  Guru Bahasa Arab
Ø  Guru Muatan Lokal (Budaya Melayu)
Ø  Guru Pembimbing
Ø  Guru Sains
Ø  Guru IT
Ø  Guru IPS
Ø  Guru PPKN
Ø  Guru Pembimbing Pratikum Entrepreneurship


Tenaga Kependidikan:

·                Tenaga Administrasi
·            Laboran
·            Pustakawan
·            Penjaga sekolah
·            Tenaga teknisi
·            Petugas kebersihan
·            Tukang kebun
·            Petugas keamanan

B.     Beban Kerja
·           Setiap guru/pendidik memiliki beban kerja 42 jam, dalam arti bertugas 6 (enam) hari,
·           Hari Senin-jumat:07.00-16.00
·           Hari Sabtu 07.00-13.00
·           Minggu libur
·           Beban mengajar wajib : 24 jam pelajaran/minggu.






C.     Persyaratan

        SMP/SMA
·           Guru:
Ø   Berpendidikan sekurang-kurangnya S1
Ø   Sehat Jasmani/Rohani
Ø   Beriman dan Bertaqwa
Ø   Memiliki kemampuan dasar dan sikap
Ø   Menguasai kurikulum yang berlaku
Ø   Menguasai metode
Ø   Menguasai teknik evaluasi
Ø   Komitmen pada tugas
Ø   Lulus seleksi

·          Kepala sekolah:
Ø  Berpendidikan serendah-rendahnya S1
Ø  Berpengalaman sebagai guru di SMP/SMA 5 tahun
Ø  Lulus seleksi
Ø  Sehat jasmani/rohani
Ø  Beriman bertaqwa
Ø Memiliki sikap dan kemampuan dasar propesional dan manajerial

D.     Pembinaan Propresional
Tuntutan dunia selalu berubah dan meningkat. Arus globalisasi dan kemajuan teknologi makin tinggi. Persaingan makin kuat. Oleh karena tuntutan terhadap mutu pendidikan semakin meningkat, maka tuntutan propesionalisme guru/tenaga kependidikan makin tinggi. Pembinaan propesional guru/tenaga kependidikan harus direncanakan dalam program sekolah. Sekolah harus menggagaskan pembinaan propesional setiap tahun.pembinaan ketenagaan dapat melalui jalur pra-service atau  melalui jalur in-service.

E.     Perhitungan kebutuhan guru/tenaga kependidikan

SMP/SMA
·         Guru mata pelajaran:

∑ RB x W
∑ JWM

∑RB : Jumlah rombongan belajar
W :Alokasi waktu seluruh mata pelajaran per-minggu
∑JWM : Jumlah Jam Wajib ,Mengajar bagi semua mata pelajaran
·         Guru pembimbing : ∑ Siswa
                                            150

·         Laboran : ∑RB
                                         9
·         Tata Usaha : ∑RB+ 1
                                             2

F.     Kesejahteraan
Kesejahteraan pegawai merupakan salah satu yang membangkitkan motivasi kerja pegawai. Selain gaji yang diterima, diharapkan pegawai memperoleh:

·           Uang transport
·           Uang kerajinan kerja
·           Uang makan
·           Tunjangan kesehatan
·           Tunjangan bersalin
·           Uang kelebihan jam mengajar
·           Uang dinas ke luar kota
·           Uang dinas keluar negri
·           Bantuan musibah
·           Detasering
·           Seragam dinas
·           Vakansi
·           THR
·           Penghargaan
·           Uang pesangon
·           Uang jasa
·           Jaminan hari tua


4.6.    Sarana Prasarana

Pengembangan sarana dan prasarana dilembaga pendidikan PPTSMK harus disesuikankan dengan kebutuhan, lingkungan, pengembangan iptek, pengembangan sosial, dan pengembangan ekonomi secara lokal, regional, nasional.

Pembangunan lembaga pendidikan tersebut harus disesuaikan dengan Visi dan Misi PPTSMK, yang tidak hanya mengembangkan sektor pendidikan tetapi juga mengembangkan sektor dakwah. Ekonomi dan budaya. Dalam pengadministrasian sekolah harus memiliki biku inventaris yang memuat pengadaan, pemeliharaan, dan penghapusan.

SMP/SMA
Ø  Lahan yang digunakan harus cukup luas : 2 ha. Selain untuk gedung, tetapi juga untuk kegiatan praktek olahraga,taman, dan pengembangan.
Ø  Ruang belajar (8 x 9) sebanyak kelas paralel x 4 tingkat, ruang laboratorium (bahasa, komputer, fisika, kimia, biologi), ruang olahraga, ruang perpustakaan, ruang kesenian ruang keterampilan. Ruang administrasi terdiri dari ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang penggandaan ruang penunjang lainnya (koperasi sekolah, UKS,OSIS, Pramuka, PMR,BK, serba guna, dsb)

Ø  Alat peraga dan media pendidikan (IPA,IPS, Matematika, Keterampilan) serta buku-buku





1 komentar:

Anonim mengatakan...

Mantap Kampar Sekarang, Punya Sekolah Unggulan, mudah-mudahan mampu menciptakan Generasi yang Qurani berjiwa Enterepreneur seperti yang telah dipaparkan dalam visi dan misinya!